Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

PEDOMAN PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN YANG HALAL DAN HIGIENIS

on December 2, 2008

qurban1

SYARAT HEWAN QURBAN

1. Sehat berdasarkan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau pemeriksaan antemortem yang dilakukan oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan di bawah pengawasan dokter hewan,

2. Tidak cacat (misalnya pincang, buta, mengalami kerusakan telinga),

3. Cukup umur

a. Kambing/Domba : berumur di atas 1 tahun, ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap (sudah poel)

b. Sapi/Kerbau : berumur di atas 2 tahun, ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap

4. Tidak kurus,

5. Jantan, tidak dikebiri, testis masih lengkap (2 buah), bentuk dan letaknya simetris.

SYARAT PENYEMBELIH

1. Laki-laki muslim dewasa (baligh),

2. Sehat jasmani dan rohani,

3. Memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penyembelihan halal yang baik dan benar.

SYARAT PERALATAN

1. Pisau yang digunakan harus tajam, cukup panjang, bersih dan tidak berkarat,

2. Alat plastik, wadah, talenan, pisau dan seluruh peralatan yang kontak dengan daging dan jeroan harus bersih dan senantiasa dijaga kebersihannya.

SYARAT SARANA

1. Kandang penampung sementara harus bersih, kering dan mampu melindungi hewan dari panas matahari dan hujan. Pada kandang tersebut, tersedia pula air minum bersih dan pakan yang cukup untuk hewan,

2. Tempat penyembelihan harus kering dan terpisah dari sarana umum,

3. Lubang penampung darah berukuran 0,5 m x 0,5 m x 0,5 m untuk tiap 10 ekor kambing atau 0,5 m x 0,5 m x 1 m untuk tiap 10 ekor sapi,

4. Tersedia air bersih untuk minum hewan, mencuci peralatan dan membersihkan jeroan,

5. Tersedia tempat khusus untuk penanganan daging yang harus terpisah dari penanganan jeroan, serta selalu dijaga kebersihannya.

PERLAKUAN PADA HEWAN SEBELUM DISEMBELIH

1. Pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau pemeriksaan antemortem dilaksanakan oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan di bawah pengawasan dokter hewan,

2. Hewan diperlakukan secara baik dan wajar dengan memperhatikan azas kesejahteraan hewan, agar hewan tidak stres, tersiksa, terluka dan sakit,

3. Hewan diistirahatkan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum disembelih,

4. Hewan diberi pakan dan minum yang cukup,

5. Saat penyembelihan, hewan direbahkan secara hati-hati, tidak dengan paksa dan kasar, agar hewan tidak stres, takut, tersiksa dan tersakiti/terluka, serta tidak menimbulkan risiko bagi penyembelih.

TATA CARA PENYEMBELIHAN HALAL

Penyembelihan dilakukan menurut syariat Islam, serta memperhatikan persyaratan teknis higiene dan sanitasi, yaitu:

1. Hewan dirobohkan pada bagian sisi kiri dengan kepala menghadap ke arah kiblat,

2. Membaca basmallah ketika akan menyembelih,

3. Hewan disembelih di lehernya dengan sekali memutuskan/memotong tiga saluran, yaitu (a) saluran nafas (trakea/hulqum), (b) saluran makanan (esofagus/mar’i), (c) pembuluh darah (wadajain),

4. Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar-benar mati,

5. Hewan yang telah disembelih digantung pada kaki belakangnya agar pengeluran darah berlangsung sempurna, kontaminasi silang dapat dicegah dan memudahkan penanganan,

6. Saluran makanan dan anus diikat dengan tali agar isi lambung dan usus tidak mencemari daging,

7. Pengulitan hewan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, diawali dengan membuat sayatan pada bagian tengah sepanjang kulit dada dan perut, dilanjutkan dengan sayatan pada bagian medial kaki,

8. Isi rongga dada dan rongga perut dikeluarkan secara hati-hati agar dinding lambung dan usus tidak tersayat atau terobek,

9. Jeroan merah (hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal, lidah) dan jeroan hijau (lambung, usus, esofagus dan lemak) dipisahkan,

10. Pemeriksaan kesehatan daging (karkas), jeroan dan kepala setelah penyembelihan atau pemeriksaan postmortem dilaksanakan oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan di bawah pengawasan dokter hewan,

11. Daging segera dipindahkan ke tempat khusus untuk penanganan lebih lanjut. Jeroan dicuci dengan air bersih, dan limbah cucian tidak dibuang pada selokan, sungai/kali.

PENANGANAN DAGING QURBAN YANG HIGIENIS

1. Petugas yang menangani daging harus senantiasa menjaga kebersihan tangan, tempat dan pakaian.

2. Cucilah tangan dengan air bersih sebelum menangani daging, setelah keluar dari kamar mandi/toilet, jika tangan terkena/memegang kotoran atau bahan-bahan yang kotor, setelah menyentuh rambut, muka, mulut, lubang telinga, lubang hidung, setelah menggaruk, sebelum dan setelah makan.

3. Daging harus selalu terpisah dari jeroan (jangan disatukan dan bercampur). Tempat penyimpanan, penanganan dan pemotongan menjadi potongan daging dan jeroan harus terpisah, mengingat jeroan lebih banyak mengandung kuman dibandingkan dengan daging.

4. Daging dan jeroan yang ditangani harus selalu dicegah terhadap pencemaran dari tangan manusia yang kotor, air yang kotor, peralatan (pisau, talenan, meja, wadah) yang kotor, lalat atau serangga lainnya dan alas daging yang kotor.

5. Alas plastik atau wadah daging dan jeroan harus bersih dan senantiasa dijaga kebersihannya.

6. Bagikan potongan daging dalam kantong/wadah yang bersih dan terpisah dari jeroan.

7. Usahakan daging dan jeroan tidak dibiarkan tersimpan pada suhu ruang/kamar (25-300C) lebih dari 4 jam. Daging dan jeroan harus disimpan pada lemari pendingin (suhu di bawah 40C) atau dibekukan.

(dari berbagai sumber)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: