Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Halal dan Haram dalam Kosmetika

on February 15, 2008

Dalam menggunakan kosmetika juga harus dipertimbangkan asal bahannya. Seperti halnya makanan dan obat-obatan, kosmetika juga harus jelas ketoyyiban dan kehalalannya. Pada banyak konsumen atau pengguna kosmetik, aspek kehalalan tidak menjadi perhatian, karena menganggap bahwa pemakaian kosmetika adalah diluar tubuh. Padahal, dapat saja kosmetika masuk ke tubuh melalui mulut. Apabila kosmetika hanya digunakan diluar tubuh, tetap saja harus diperhatikan aspek kehalalannya karena bahan-bahan untuk membuat kosmetika ada yang tergolong najis, seperti berasal dari bahan haram. Hal ini didasarkan bahwa sumber-sumber kosmetika dapat berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, mikroba, sintetik kimia dan bahkan dari manusia.
Kaidah yang dipakai dalam memilih kosmetika halal adalah seperti memilih makanan halal. Apakah sumber bahan yang digunakan untuk membuat kosmetika adalah bahan halal ataukah haram. Adapun jenis makanan yang disebutkan keharamannya dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut:
Bangkai (daging binatang yang mati tanpa disembelih)
Darah (darah yang mengalir dari seluruh binatang, kecuali ikan)Daging babi (dan seluruh produk dari babi)
Daging binatang yang disembelih dengan nama selain Allah
Hal tersebut diatas sesuai firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqoroh (2):173
Daging binatang yang tidak disebut asma Allah ketika disembelih.Allah SWT berfirman “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatNya.” (QS. Al An’am (6):118
Khamr (minuman/makanan yang memabukkan serta turunannya. Allah SWT berfirman “ hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat kberuntungan.” (QS. Al Maidah (5):90 Sedangkan jenis makanan yang disebutkan keharamannya dalam Al Hadist, antara lain
Makanan/minuman yang menjijikkan (jallalah). Segala hal yang menjijikkan (misalnya: cacing, bekicot, tikus,belatung, kecoa, ulat, dan lain-lain) tidak boleh dikonsumsi.
Daging binatang buas (yang bertaring dan berkuku tajam). Hal ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW melarang memakan semua binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku mencengkram. Misalnya: harimau, singa, ular, anjing, kucing, beruang dan lain-lain/
Oleh sebab itu, pada penggunaan kosmetika, berdasarkan kaidah tersebut, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, yaitu:

Sifat bahannya
Bahan kosmetika dapat berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, sintetik kimia, mikroba dan manusia. Dalam hal ini, fatwa MUI mengharamkan kosmetika yang berasal dari manusia dan berasal dari hewan yang haram seperti babi, anjing dan bahan haram lainnya sesuai kaidah keharaman pada makanan. Sedangkan penggunaan kosmetika yang berasal dari tumbuhan adalah halal kecuali yang dapat merusak akal (dalam hal ini seperti opium dan sejenisnya). Apabila berasal dari mikroba maka harus dapat dipastikan bukan merupakan produk mikrobial haram atau mikroba rekombinan yang gennya berasal dari hewan haram.

Proses pembuatannya.
Hal ini dimaksudkan bahwa proses pembuatan kosmetika tersebut apakah benar-benar dapat dijamin kehalalan dan ketoyyibannya. Misalnya dalam proses pembuatan kosmetika tersebut perlu menggunakan bahan tambahan, maka bahan tambahan tersebut dapat dipastikan kehalalannya juga, tidak berasal dari organ tubuh manusia atau hewan/bahan haram dan dapat dipastikan ketoyyibannya, yakni tidak mengandung zat yang berbahaya.

Pengaruhnya pada penggunanya.
Apabila bahan-bahan kosmetika tersebut berasal dari bahan haram tentu saja hukumnya najis. Sedangkan jika kosmetika berasal dari bahan-bahan yang tidak aman atau berbahaya maka akan timbul efek samping bagi penggunanya. Oleh sebab itu, penting dipertimbangkan pengaruh penggunaan kosmetika itu bagi diri kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: