Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

oh…dokter hewan….

on February 15, 2008

Hampir genap satu tahun aku dinobatkan menjadi seorang dokter hewan. Membacakan sumpah atas nama Allah dibawah kitab suci Al Quran, disaksikan banyak orang, dekan, dosen, rekan sejawat dan tentu saja orang tua atau keluarga bahkan mungkin sahabat yang menyertai. Sempat senang..karena akhirnya…aku lulus juga..jadi dokter hewan. tetapi, selebihnya sama..datar…dan biasa saja. Tetapi mungkin Allah SWT ingin menegurku dengan ketetapannya. Aku lebih dulu harus mengabdi pada masyarakat..yah..dokter hewan PTT DEPTAN, dan tempat yang tidak dekat…Banyuwangi. Konon, negri penuh santet. Tapi..bukan untuk itu aku harus menginjakkan kaki di sana. Aku diajarkan banyak hal tentang dunia profesiku…

oh…dokter hewan… tak hanya menunggu pasien untuk datang menghampiri dan berkeluh kesah atas sakitnya seperti dokter manusia. kami menunggu telpon dari klien, mengabarkan bahwa sapinya akan melahirkan, dan kami datang… melewati medan yang bergunung, kadang harus bertemu hujan, jalanan yang rusak atau apapun kendalanya..tapi kami harus datang. Sesampai di tempat belum tentu kita mendapatkan informasi yang lengkap dari pemilik, terkadang yang kami dapatkan sudah dalam kondisi kacau, misalnya saja pada sapi yang akan melahirkan, ternyata ketuban sudah pecah dan kami pun terkadang tak bisa berbuat apa-apa. oh…

Belum lagi tingkat pendidikan masyarakat yang minimalis….percaya pada yang mistis. ya..mungkin wajar di daerah banyuwangi yang terkenal dg santetnya. Tetapi, hal ini sungguh merepotkan. Terlebih jika kami harus menangani pasien yang telah 10 kali ke dukun dan karena tidak ada perubahan barulah dia mendatangi dokter hewan. Dan…inilah yang menjadi dilema….

Perjalanan¬† setahun pasca pelantikan mungkin tak merubah banyak pandangan terhadap kehidupan dan keinginan-keinginanku. Tetapi, sungguh…ternyata aku harus bertanggung jawab terhadap profesiku.. aku baru berbicara menjadi dokter hewan di daerah. Belum lagi jika aku harus melihat tugas dokter hewan yang menjadi birokrat. Harus pasrah merelakan sedikit demi sedikit idealismenya terlunturkan dengan kemadegan birokrasi negri kita. oh… mungkin akulah dokter hewan yang harus terus belajar jadi dokter hewan………


3 responses to “oh…dokter hewan….

  1. nukasya says:

    waah… sabar ya mbakQ,,
    innallaha ma’ashshobiriin..

    lagipula sekarang dah pindah tho..
    mudah2an bisa lebih baik.

    selamat berkarya..
    dan terus berkarya…

    tetap SEMANGAT!!!

    aku akan rindu berdiskusi denganmu mb..

    hehehhehehehe….

  2. qolbi says:

    de er ha ha ha ha….
    kata2 itu yg sering diucapkan mitha buat mb nura…

    semangat ya mbak……dokter hewan, dan ahli pangan….
    amin

  3. ferryw says:

    kadang allah bicara kepada kita dengan bahasa yang kadang tidak kita mengerti…kadang dengan masalah dan kadang dengan anugrah….tapi apapun itu…kita harus tetep tersenyum….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: