Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Syar’i? Yang ini Nih………

on February 15, 2008

Jika tren berjilbab saat ini disebabkan kurangnya pemahaman terhadap syariat berpakaian maka perlu kita tahu nih yang bagaimana sih pakaian muslimah yang syar’i. Ada 4 hal yang harus diperhatikan yaitu:

Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan

Diawal telah disampaikan bahwa aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah/muka dan telapak tangan. Sehingga menjadi sebuah kewajiban, pakaian bagi muslimah adalah menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Pakaian tidak tipis dan transparan

Mengenai hal ini, nabi SAW memberitahukan “ Bahwasanya diantara calon penghuni neraka ialah wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga…”. Orang yang berpakaian tipis dan transparan jika merujuk pada hadist diatas bisa dikategorikan berpakaian tapi telanjang. Pemandangannya seperti dietalase toko, dari luar kelihatan dalamnya karena luar biasa tipisnya. Bagi yang mengenakan pakaian seperti ini, bau surga saja gak dapat apalagi masuk surga, weih serem…..

Pakaian tidak ketat dan membentuk lekuk tubuh

Meskipun pakaiannya tidak tipis dan transparan, tetapi pakaian yang ketat ternyata lebih berbahaya. Pakaian model ini lebih merangsang dan membuat yang melihat ‘berpikir yang tidak-tidak’ karena jelas terlihat lekuk-lekuk tubuhnya. Sebagian ulama mengkategorikan perempuan yang memakai pakaian ini termasuk perempuan yang berpakaian tetapi telanjang.

Selain itu ternyata ada bukti ilmiah yang dapat dijadikan pertimbangan bagi kamu-kamu yang hobby pakai pakaian ketat, Dr. Malvinder parmar dari Tirmins dan Distrit Hospital, Ontario, Kanada, Baru-baru ini menyatakan, celana ketat sepinggul berpeluang menimbulkan penyakit paresthesia. Istilah paresthesia sendiri menurut kamus kedokteran Borland, berarti perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti terbakar dan sejenisnya. Pendapat ahli medis bule itu diamini oleh tenaga medis local Dr. Andradi Surya Miharia Sp. S. (u), spesialis syaraf yang sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Negri Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Selain menyebabkan gangguan syaraf ternyata pakaian ketat, dapat merangsang si “jamur” hinggap ditubuh kita. Kebayang gak sih, akan terjadi iritasi dan eksim ditubuh kita yang tidak dengan mudah bisa kabur tanpa bekas seperti gejala syaraf.

Menurut Dr. Kusmarinah Bramono sp. KK, spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ada 3 gangguan kulit yang bisa menyerang pada yang hobby ber-ketat ria, yakni:

1. Kelembaban yang menyebabkan jamur subur berkembang biak

2. Bekas hitam.

Jika jamur telah subur berkembang biak, maka iritasi segera menyerang dan menyebabkan dermatitis kontak dan bekas-bekas hitam akan tertinggal.

3. Biduran/kalisata

Pernah melihat orang biduran? Naa…ternyata biduran dapat nongol tidak hanya karena alergi tetapi bisa juga nongol akibat tekanan.

Naa…masih ingin berketat ria, ya..silahkan jika mau kena paresthesia atau ingin kulitnya belang-blonteng kayak zebra akibat si “jamur” yang dapat rumah baru!

Bukan pakaian laki-laki

Allah SWT telah menciptakan jantan dan betina, laki-laki dan perempuan dan membedakan keduanya dengan susuan dan bentuk tubuh serta anggota badan yang berbeda. Allah juga menciptakan untuk masing-masing mereka aktivitas hidup tertentu. Pembedaan seperti ini bukan tidak ada gunanya, melainkan mengandung hikmah dan kebijaksanaan Allah. Apabila laki-laki biasa mengenakan pakaian tertentu yang dikenal sebagai pakaian laki-laki, maka perempuan tidak boleh memakainya karena yang demikian itu haram baginya. Sebab Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki. Seorang laki-laki yang menyerupai perempuan tidak mungkin menjadi perempuan bahkan tidak pula menjadi laki-laki yang tulen karena perbuatan dan sikapnya itu. Dia kehilangan kelaki-lakiannya dan tidak mungkin menjadi perempuan. Begitu pula perempuan yang menyerupai laki-laki tidak akan berubah menjadi laki-laki dan tidak pula menjadi perempuan yang wajar sebagaimana layaknya kaum perempuan. Maka sudah seharusnya manusia berhenti pada batasnya sesuai dengan jenis kelaminnya dan menjalankan tugasnya sesuai dengan fitrah yang diciptakan Allah atasnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: