Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

BEBERAPA KASUS PENCEMARAN PRODUK HEWANI

on February 17, 2008

Pencemaran makanan oleh bangkai dan darah

a. Daging Bangkai 

Bangkai adalah hewan yang sudah mati sebelum disembelih. Seharusnya bangkai tidak dapat dikonsumsi manusia, baik untuk alasan kehalalan maupun kesehatan. Dari segi kehalalan hukum bangkai ini sudah cukup jelas, yaitu haram. Namun dalam praktik perdagangan daging di Indonesia, kecurangan dengan memasukkan daging bangkai di samping daging halal lainnya masih saja terjadi. Di beberapa daerah di Jawa ada beberapa oknum blantik (pedagang hewan) yang masih berbuat curang dengan memotong bangkai sapi atau kerbau dan menjual dagingnya ke pasar. Penyembelihan bangkai ini tentu saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan ilegal. Namun dari keterangan beberapa pihak, praktik pembelian dan perdagangan sapi bangkai ini masih terjadi. Dari bangkai itu kemudian dihasilkan daging haram yang dijual bersamaan dengan daging normal, sehingga tidak dapat dideteksi oleh konsumen.

Demikian juga yang terjadi dengan daging ayam. Dalam perdagangan ayam pedaging, biasanya ada ayam yang mati sebelum disembelih. Kematian itu disebabkan oleh daya tahan yang kurang baik selama perjalanan atau terkena penyakit. Secara normal jumlah ayam yang mati sebelum disembelih dalam setiap pengiriman sekitar 0,1 sampai 1%. Seharusnya ayam bangkai, atau terkenal dengan istilah ayam ”tiren” (mati kemaren), itu tidak boleh dikonsumsi manusia. Namun, dalam praktiknya ada saja oknum pedagang yang sengaja memanfaatkan daging ayam bangkai itu dan mencampurnya dengan daging ayam sehat. Daging bangkai tersebut ada yang diolah langsung, seperti diolah menjadi ayam panggang, ayam goreng, sate ayam, sate jerohan, dan lain-lain, dan ada pula yang  dicampurkan pada masakan, yakni pada gudeg, bakmi goreng, mi ayam, dan lain-lain.

b. Darah

Pencemaran oleh darah juga dapat secara langsung berupa produk makanan maupun diminum langsung. Produk makanan dari darah adalah saren (dadih) yang kemudian digoreng terpisah, atau dicampurkan dalam gudeg atau sayuran lain. Sedangkan yang langsung diminum seperti darah Ular Kobra,  yang biasanya digunakan untuk kesehatan dan vitalitas.

B.   Pencemaran Makanan oleh Produk Babi

1.      Daging Babi

Pencemaran oleh daging babi biasanya berupa pencampuran dalam bakso, siomay, bakmi goreng (B1,2), sate jerohan. Daging babi teksturnya empuk, serat halus, tersedia di pasaran dengan harga sangat murah, rasanya lezat sebagai sumber protein hewani.

  1. Tulang Babi

Penggunaan tulang babi yang biasanya beredar di pasaran adalah gelatin, arang tulang, dan bahan lem. Dari gelatin akan dihasilkan soft capsule obat, dan permen. Sedangkan arang tulang biasanya digunakan untuk filter air minum. 

  1. Bulu Babi

Penggunaan bulu babi adalah untuk dibuat kuas roti, kuas kosmetik, kuas cat tembok dan kuas lukis.

  1. Kotoran (feses) Babi

Kotoran babi dapat digunakan untuk pupuk. Hal ini sudah dilakukan di Jepang untuk tanaman apel dan sayur-sayuran. Di Indonesia metode ini juga dilakukan di daerah Batu Raden, Wonosobo, dan Temanggung.

  1. Lemak Babi

Lemak babi biasanya dapat diolah menjadi beberapa produk makanan, yaitu lemak babi (Lard), Emulsifier makanan, minyak, dan gliserin.

·       Emulsifier makanan

Pengemulsi digunakan untuk mengekalkan lemak yang tersebar di dalam air atau titisan air yang tersebar di dalam lemak. Makanan yang membutuhkan pengemulsi ini antara lain mayonaise, es krim, coklat, dan margarin. Tanpa bahan pengemulsi ini, maka akan muncul dua lapisan yang tidak saling menyatu dalam makanan tersebut. Bahan yang dijadikan pengelmusi adalah lesitin dan turunan asam lemak seperti digliserida dan monogliserida. Sumber pengemulsi mungkin datang dari tumbuhan atau hewan. Biasanya pada hewan sumbernya adalah babi. Tapi bahan yang biasa digunakan sebagai emulsi adalah lesitin. Bahan ini biasanya berasal dari kuning telur atau kacang soya. Tetapi pengemulsi yang dibuat dari mono atau digliserida perlu dilihat lagi  sumbernya. 

·      Lard (lemak babi)

Lard merupakan lemak yang diolah (rendering) dari lemak babi. Sumbernya dapat berasal dari seluruh bagian babi. Kualitas terbaik lard diperoleh dari lemak yang berada di sekitar ginjal. Sedangkan kualitas terendah berasal dari lemak yang berada di sekitar usus kecil. Sebagai bahan minyak makan, penggunaannya cukup luas dalam berbagai masakan. Karena titik lelehnya lebih tinggi dari mentega, maka penggunaan lard dalam pembuatan kulit pie dapat menghasilkan produk yang lebih renyah. Selain itu, lard juga digunakan dalam pembuatan jenis-jenis kue pastry agar tekstur dan flavor (rasa) yang dihasilkan meningkat. Penggunaan lainnya adalah sebagai salah satu bahan pembuatan sabun.

·        Minyak  Babi

Minyak babi biasanya digunakan untuk penyedap aneka masakan seperti bakmi dan aneka masakan sea food.

·        Gliserin

Penggunaan gliserin pada babi biasanya untuk pembuatan softdrink, sabun, dan facial-hand and body lotion.

  1. Organ Dalam Babi

            Penggunaan organ dalam babi antara lain sebagai berikut:

·      Transplantasi, misalnya transplantasi ginjal, jantung dan hati;

·        Penggunaan plasenta babi biasanya untuk kosmetika (hand & body lotion, facial lotion);

·       Adanya hasil berupa enzim seperti amilase, lipase, pepsin, dan pankreatinin yang digunakan untuk bahan tambahan pengolahan makanan;

·        Penggunaan usus babi biasanya untuk casing atau pembungkus sosis.

C.    Pencemaran makanan oleh khamr/alkohol

1.      Alkohol

Termasuk kelompok alkhohol adalah metanol, etanol, propanol, butanol. Penggunaan alkohol biasanya terdapat dalam beberapa produk antara lain:

·       Obat Batuk cair, seperti Obat Batuk Hitam, Obat Batuk Hitam Combi, Woods, Benadryl, Vicks, Vicks Formula 44;

·       Sebagai campuran cokelat, berupa brandy, kirsch, alkohol, etanol dan spirits;

·        Sebagai campuran jamu, seperti anggur ketan hitam;

·       Minuman Bir.

2.  Arak Masak (mirin)

            Berbagai jenis arak yang biasa dipakai dalam masakan, antara lain:

      1.  Ang Ciu (red wine);

      2.  Arak putih, arak gentong, dan arak mie;

      3.  Sari tape, mirin, sake, dll.

      Arak tersebut biasanya digunakan sebagai bahan tambahan pada masakan Sea food, Chinnese Food, Japannese Food, bakmi ikan, dan lain-lain.

3.  Rhum

Rhum yang digunakan biasanya berupa rhum oles maupun rhum semprot. Rhum semprot yang biasanya beredar dipasaran adalah Toffieco dan Jamaica. Penggunaan rhum adalah sebagai bahan tambahan pada proses pembuatan:

·        Kue Black Forest

·        Fla pada kue sus;

·        Cake (roti tart dan sejenisnya).

B.     Pencemaran Bahan-bahan haram dalam kosmetika dan Obat

1.     Kosmetika

      Peluang pencemaran bahan haram dalam kosmetika antara lain.

·   Plasenta (baik plasenta manusia maupun babi) sering terdapat pada produk kosmetika seperti La Tulipe, St Yves, Musk by Allysa Ashley, Snow White Lily.

·       Glycerine dan lemak (hewani) banyak dipakai pada pembuatan Hand and Body Lotion dan Sabun mandi.

·        Kolagen (hewani) berupa protein jaringan ikat yang sangat penting untuk regenerasi sel (kulit) yang mati sehingga sering digunakan sebagai bahan kosmetik.

·   Vitamin, biasanya sebagai bahan penstabil yang sering dipakai di antaranya adalah gelatin, karagenan, gum, atau pati termodifikasi.

2.      Obat

            Peluang pencemaran bahan haram dalam obat.

·      Gelatin (babi), biasanya banyak dipakai pada casing (pembungkus kapsul) obat.

·        Khamr, biasanya banyak dipakai sebagai pelarut pada campuran  bahan obat batuk cair. Dipakai dalam bentuk alkohol, metanol (methyl alcohol), ethanol (ethyl alcohol) dan anggur KTI.

·       Plasenta, biasanya dipakai sebagai obat pelancar ASI.

·       Urine, terkadang ada yang menggunakannya sebagai obat. Padahal urine adalah barang najis, oleh karena itu urine tidak boleh dipakai sebagai obat.

C.   Pencemaran Bahan-Bahan Haram Dalam Susu dan Keju

Peluang pencemaran bahan haram dalam susu instant.

·        Enzym Rennet, biasanya digunakan untuk memisahkan keju dan kreamer susu.

·       Mineral pada susu dapat berasal dari nabati atau hewani. Beberapa mineral (Ca, P, Fe) berasal dari bagian tubuh babi.

·       Asam Amino pada susu dapat berupa Asam amino L-Cystein yang berasal dari rambut manusia.

·  Vitamin  yang terkandung dalam susu dan keju olahan merupakan bahan penstabil. Adapun vitamin yang sering dipakai di antaranya  adalah gelatin, karagenan, gum, atau pati termodifikasi.


4 responses to “BEBERAPA KASUS PENCEMARAN PRODUK HEWANI

  1. food4healthy says:

    boleh minta dikirim bukunya kah? Luar Jawa sudah ada belum?

  2. ani says:

    boleh minta info pengemulsi keju g?

    bener g dia keju itu mengandung renet sapi atau babi?
    ada yang g pake g?

    thanks

  3. Ngesti says:

    kalo hati itu halal apa haram???

  4. Nuramaya says:

    maksudnya hati apa mbak Ngesti? kalau dari hewan halal dan disembelih dengan cara yang halal, tentu saja halal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: