Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Teater Kehidupan

on February 22, 2008

Mungkin dari kita termasuk penikmat pertunjukan teater. Begitu mudah tertawa bahagia, menangis tersedu-sedu, marah yang tak beralasan, ataukah pucat pasi saat menjadi terkejut karena pertunjukan tersebut. Akan tetapi, kita hanyalah penonton. Penikmat. Dan mungkin hanya akan menjadi pengamat karena hanya bisa berkomentar dan menilai.

Kalau ingat salah satu bait lagu yang cukup populer waktu saya masih kecil, “dunia ini panggung sandiwara”. Memang bisa jadi benar. Kita semua, sedang memerankan lakon dalam panggung sandiwara kehidupan atau mungkin lebih pasnya teater kehidupan. Entahlah dia berprofesi apapun, bergelar apapun, menjabat ataupun tidak menjabat apapun, kaya, miskin, tua, muda. Tetaplah kita punya peran untuk mengisi sebuah cerita kehidupan. Tak hanya sekedar jadi penikmat, pengamat dan berhenti dengan proses menilai. Tidak! tapi, ada peran yang mau tidak mau, suka tidak suka terus dilakonkan dalam teater kehidupan ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: