Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Cak Nun….”Ketika Engkau Bersembayang”

on March 1, 2008

Bulan Maret 2008 telah terjelang. Akhir pekan.. tapi awal bulan.. terkadang kita menjadi teringat akan sesuatu dimasa lampau. Entahlah.. senang, sedih, duka, suka, lara maupun lucu, aneh dan ya semuanya…mengisi relung jiwa. Hanya mengingat tahun 2008 ini saja…yang kita baru menyelami hidup selama 2 bulan, atau 60 hari atau 1440 jam yang mungkin jika dibandingkan dengan usia kita..pastilah lebih sedikit. Tapi…kenangan terdalam mungkin telah tercipta di bulan ini. Atas izinNya..kita telah berhasil melewatinya.

Namun…seringkali kita lupa akan KeMaha KasihNya. Nestapa yang kita rasakan, Gelak tawa yang kita nikmati, tak jua menjadikan kita mampu menjadi hamba yang bersyukur dan lebih mendekat padaNya. Terkadang saya pun sangat malu…malu karena tak mampu merasai, meleburkan hati dan menghadirkan jiwa ataupun menjadikan waktu istimewa saat harus menjawab panggilanMu… Saya teringat “Ketika Engkau Bersembayang” oleh Cak Nun yang saya temukan secara tak sengaja mengisi bagian pojok di sebuah buletin yang lusuh, yang saya temukan di tumpukan buku-buku milik teman. dan akhirnya saya kirimkan ke beberapa teman…. saya pun ingin mengingatnya kembali…

Ketika Engkau Bersembayang
Karya: Emha Ainun Najib
ketika engkau bersembayang
oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
partikel udara dan ruang hampa bergetar
bersama-sama mengucapkan Allahu Akbar
Bacaan Al Fatihah dan surah
membuat kegelapan terbuka matanya
setiap doa dan pernyataan pasrah
membentangkan jembatan cahaya
Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
ruku’ lam badanmu memandangi asal usul diri
kemudian mim sujudmu menangis
di dalam cinta Allah hati gerimis
Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
ilmu dan peradaban takkan sampai
kepada asal mula setiap jiwa kembali
maka sembayang adalah kehidupan ini sendiri
pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan diperas jiwa dipompa tak terkira-kira
kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya
sembayang diatas sajadah cahaya melangkah
perlahan-lahan ke rumah Rahasia Rumah yang tak
ada ruang tak ada waktunya
yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun
Oleh-olehmu dari sembayang adalah sinar wajah
pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
dadamu mencakrawala,
seluas ‘Arasy sembilan puluh sembilan
Di sudut Viidi, 1 Maret 2008
Dalam kotak 1 kali 1 meter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: