Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Kebenaran Kasih dan Sayang

on May 12, 2008

Kerinduan terhadap orang tua seringkali membayangi hidup kita yang harus terpisahkan ruang dan waktu dengan mereka. Itu yang mungkin kerapkali saya rasakan. Dan tentu saja hal ini pun dirasakan beliau, para orang tua. Walaupun ayah saya tak pernah mengatakan apa yang berkecamuk dalam dirinya, tekanan suaranya saat tersambung via gagang telephone, cukup mewakili segenggam rindunya yang tertahan. Terlebih, kesempatan belajarku telah tertunaikan, dan kampung halaman menanti tangan-tangan putra-putri negrinya. Namun, Allah SWT yang lebih mengetahui ketetapanNya.

Saya tergerak untuk menuliskan kembali perkataan penyair besar, Al Ustadz Umar Baha’ Al Umairi tentang kebenaran kasih dan sayang, yaitu saat delapan anaknya mengadakan perjalanan dari Al Mushif ke Halab. Ia berdiam diri membuat syair yang manis tentang rasa yang kemudian menjadi khasanah sastra Arab:

Di mana kegaduhan dan kebisingan syahdu

Di mana belajar yang selalu diselingi senda gurau

Di mana masa kanak-kanak yang semarak

Di mana boneka dan buah-buahan yang berserakan di atas lantai

Di mana rengekan tanpa tujuan

Di mana pengaduan tanpa sebab

Di mana tangis dan tawa, duka dan ceria

Yang timbul bersamaan

Di mana perebutan untuk duduk di sampingku

Ketika mereka akan makan dan minum

Mereka saling berdesakan untuk duduk di sisiku

Dan dekat denganku di mana saja mereka bergerak

Dengan dorongan fitrah,

Mereka menghadap denganku

Pada saat mereka takut dan senang

Ketika mereka riang, senandung mereka adalah “bapak”

Ketika mereka marah, ancaman mereka adalah “bapak”

Ketika mereka jauh, bisikan mereka adalah “bapak”

Ketika mereka dekat, ratapan mereka adalah “bapak”

Kemarin memenuhi rumah kita

Sayang, mereka telah pergi

Seakan-akan kesunyian menimpakan bebannya

Yang berat ke dalam rumah ini

Ketika mereka pergi

Sunyi rumah ibarat tenangnya orang sakit

Seisi rumah diselimuti kesedihan dan kesalahan

Mereka telah pergi

Ya, mereka telah pergi

Namun, tempat tinggal mereka adalah hatiku

Mereka tidak jauh, tidak pula mereka dekat

Ke mana saja jiwaku yang berpaling

Aku selalu melihat mereka

Kadang mereka diam

Kadang mereka lompat

Didalam benakku,

Di dalam rumah yang tak pernah mengenal lelah ini,

Masih kurasakan senda gurau mereka

Masih kulihat pancaran sinar mata mereka

Ketika mereka berhasil

Masih ku lihat linangan air mata mereka

Ketika mereka gagal

Di setiap sudut rumah

Mereka tinggalkan suatu kesan

Di setiap pojok rumah,

Mereka tinggalkan kegaduhan

Aku melihat mereka

Pada kaca-kaca jendela yang mereka pecahkan

Pada dinding-dinding yang mereka lubangi

Pada pegangan pintu yang mereka patahkan

Pada daun pintu yang mereka gambari

Pada piring-piring sisa makanan mereka

Pada bungkus permen yang mereka lemparkan

Pada belahan apel yang mereka sisakan

Pada lebihan air yang mereka tumpahkan

Ke mana saja mataku memandang,

Aku selalu melihat mereka

Bagaikan sekumpulan burung dara yang terbang melayang

Kemarin mereka singgah di Kornail

Sekarang mereka berada di Halab

Air mataku yang aku tahan dengan tabah

Ketika mereka bertangisan pada saat mereka pergi

Hingga ketika mereka bertolak

Mereka telah merenggut jantung dari rongga dadaku

Kudapatkan diriku bagaikan seorang bocah

Yang penuh dengan perasaan

Air mataku jatuh tertumpah bagaikan air bah

Kaum wanita akan merasa heran

Bila melihat seorang lelaki menangis

Namun lebih heran lagi jika aku tidak menangis

Tak selamanya tangis itu cengeng

Aku seorang bapak

Aku punya keteguhan sebagai seorang lelaki

Segenap rindu untukmu Ayah,

Dalam sesak dan dinginnya malam

Hamasah, 09052008, 23.50 WIB


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: