Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Menuju Pembebasan Perempuan

on May 12, 2008

Pertanyaan yang cukup mengganjal pikiran saya adalah, “Siapakah yang menjadikan perempuan merasa tidak bebas? Laki-laki, aturan Islam, adat-istiadat, ataukah perempuan itu sendiri?”.

Atas pertanyaan ini, kita tak mampu memberikan jawaban umum saja. Akan tetapi dari berbagai masalah yang menimpa kaum perempuan ada sebuah garis utama yang harus kita pahami bersama, bahwa Allah SWT tidak pernah membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam hal memperoleh pahala dan ampunan, sebagaimana QS. Al Ahzab ayat 35, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.

Akan tetapi, seringkali yang terjadi adalah pengambilan potongan demi potongan aturan Islam yang ditafsirkan secara sepihak menjadikan perempuan merasa terbelenggu, misalnya: ayat tentang perginya perempuan harus disertai muhrim, tentang di bolehkannya poligami, keharusan berjilbab dan lain sebagainya. Pemahaman yang kurang sempurna inilah yang seringkali menjadikan kesimpulan-kesimpulan tidak tepat terkait kebebasan perempuan. Dan juga dijadikan alasan untuk bersikap terhadap perempuan. Pilihan sikap inilah yang dapat termanifestasikan berupa kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan itu antara lain:

Kekerasan Fisik

Salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan adalah kekerasan fisik. Diantaranya adalah tindakan yang bertujuan melukai, menyiksa dan menganiaya. Dapat menggunakan anggota tubuh (tangan/kaki) ataupun alat yang dapat melukai secara fisik.

Kekerasan non Fisik

Kekerasan non fisik bertujuan untuk merendahkan citra atau kepercayaan diri seorang perempuan, baik melalui kata-kata (panggilan dengan istilah yang tidak beretika, siulan yang merendahkan, olok-olok dan lain sebaginya) ataupun melalui perbuatan yang tidak disukai/dikehendaki oleh korban, seperti memegang tubuh yang tidak dikehendaki perempuan tersebut.

Kekerasan Psiklogis/Jiwa

Pada tindakan kekerasan ini, pelaku mengganggu atau menekan emosi korban. Dampak yang ditimbulkan adalah terganggunya kejiwaan korban, sehingga tidak bisa berlaku sebagaimana mestinya. Seringkali korban menjadi tidak berani mengungkapkan pendapat, penurut, dan bergantung pada suami atau orang lain dalam segala hal. Walaupun sebenarnya hal itu bertentangan dengan dirinya. Akibat kekerasan ini, korban selalu berada dalam kondisi jiwa yang tertekan atau bahkan takut.

Kekerasan Secara Ekonomi

Kekerasan ini terjadi dalam bentuk tidak terpenuhinya nafkah bagi istri, melarang istri bekerja padahal tidak terpenuhinya nafkah untuk keluarga, atau memberikan istri pada bidang kerja untuk dieksploitasi.

Jika kekerasan tersebut tidak terjadi pada perempuan, maka tidak ada alasan bagi perempuan merasa terbelenggu. Perempuan tentu saja dapat dengan mudah melakukan aktualisasi dirinya sehingga dapat lebih bermanfaat bagi keluarga dan masyarakatnya. Dan menjadi tidak ada alasan pula bagi perempuan untuk tidak menunaikan kewajibannya. Karena jika kewajiban tak tertunaikan maka perempuan sendirilah pelaku kekerasan terhadap pihak lain. Akhirnya, kita dapat menjawab sendiri pertanyaan itu, Laki-laki, aturan Islam, adat-istiadat, ataukah perempuan itu sendiri?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: