Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Kenapa Harus Halal?

on May 20, 2008

Dalam Islam, halal dan haram adalah bagian dari hukum syara’ yang saling berseberangan. Halal merujuk kepada hal-hal yang diperbolehkan, sedang haram merujuk pada hal-hal yang dilarang. Setiap muslim diperintahkan untuk hanya mengonsumsi makanan/minuman yang halal dan sebisa mungkin thoyyib (baik dan menyehatkan). Sebaliknya, kita terlarang mengonsumsi makanan/minuman yang haram.
Allah SWT berfirman,

Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Al-Baqarah [2]:168

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.

(Al-Baqarah [2]:172)

Secara alamiah, Allah telah menyediakan bagi manusia begitu banyak bahan pangan yang halal, sementara yang haram itu jauh lebih sedikit jumlah dan jenisnya. Maka, amat logis jika kaidah pertama dan utama dari hukum fiqh menyatakan: ”apa pun yang bisa dikonsumsi adalah halal, kecuali yang diharamkan.” Adapun yang belum jelas statusnya, atau terletak antara halal dan haram, disebut syubhat. Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad saw memberi nasihat kepada umatnya agar menghindari yang syubhat, apalagi yang sudah jelas haramnya. Nabi Muhammad saw bersabda,

Setiap daging (bagian tubuh) yang tumbuh dari barang yang haram, maka api nerakalah baginya.

(HR At-Tirmidzi)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: