Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Ketika Babi Masih Saja di Gemari

on August 15, 2008

Perjalanan kami dilapangan hari itu adalah ke sebuah kampung yang berada ditebing sebuah kali.  Jalannya turun naik, sempit dan tentu saja sulit dilewati kendaraan, roda dua sekalipun. Jadi, seperti biasanya, kami berjalan kaki keliling kampung, dari rumah ke rumah. Dari aromanya, maksudnya udara yang tercium di indra kami adalah bau menyengat. Bisa dikatakan amat menyengat dan khas. Sebenarnya kami tidak kaget saat harus masuk kampung tersebut. Jauh-jauh hari kami sudah ke kelurahan untuk meminta ijin melakukan vaksinasi dan desinfeksi unggas. Dan wilayah ini memang disebut-sebut sebagai kawasan peternakan. Lebih tepatnya kawasan peternakan babi.

Awalnya saya berekspresi biasa dan tentu saja tak nampak rasa cemas sedikitpun. Tapi lama kelamaan kami tak hanya melewati kandang unggas tapi justru masuk kandang babi. Bukan hanya satu atau dua ekor tapi hampir tiap kandang punya minimal enam ekor babi. Segala usia, dari yang masih genjik (anak babi) hingga yang sudah induk maupun pejantan. Saat itu panca indra semuanya bereaksi bahkan memacu saluran pencernaan untuk dapat mengeluarkan isinya. Saya dan rekan saya berusaha sekuat tenaga menahan diri, untuk bisa menetralisir bau yang telah membuat kami pusing-pusing tak karuan. Sungguh, ingin segera mengakhiri tugas ini. Sambil mencoba terus bertahan, kami ngobrol-ngobrol atas kondisi ini. Ternyata masih ada ya, pengemar babi? Apakah memang belum cukup Allah SWT memberikan begitu banyak makanan yang lain? Kok, masih ada ya… manusia makan sesuatu yang begitu kotor dan jorok ini?

Saya jadi tergelitik untuk menulis lagi tentang Babi. Mari kita lihat beberapa hal yang menjelaskan mengapa babi diharamkan:

· Allah SWT jelas telah mengharamkannya, yang secara jelas terdapat didalam Al Qur’an.

 

“Katakanlah: ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor.’”

(Al-An‘am [6]:145)

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(Al-Baqarah [2]:173)

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk ( mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(Al-Maidah [5]:3)

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(An-Nahl [16]:115)

· Rasulullah saw juga telah menegaskan tentang keharaman daging babi.

  • Banyaknya temuan-temuan scientific (ilmiah), medis, maupun realita di lapangan mengenai besarnya mudharat daging babi. Terkait kemudharatan daging babi, ada beberapa alasan yang menjelaskan hal tersebut:

a) Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor.

b) Babi suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri. Kotoran manusia pun dimakannya. Babi juga sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering.

c) Babi banyak punya tabiat yang tidak baik.

d) Babi termasuk hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan). Tidak tahan terhadap sinar matahari. Tidak gesit, tetapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika bertambah umur, menjadi makin malas dan lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu.

e) Menurut A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov, 1990, konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi. Menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium (kantong penis) babi sering bocor, sehingga urin babi tersebut merembes ke daging.

f) Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal. Konsumen babi sering memilih daging babi yang lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami ketengikan (rancidity) karena mempunyai kandungan lemak yang sangat tinggi sehingga sudah tidak layak dikonsumsi.

g) Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Babi memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya. Babi memakan sampah, barang busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, bahkan memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama.

h) Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Dalam sebuah penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, Cina dan Swedia, menyatakan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada tahun 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo, Brazil.

i) Babi dikatakan sebagai reservoir (tempat menyimpan barang cadangan) penyakit. Hal ini disebabkan babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, antara lain: Virus Encephalitis (menyerang otak kecil). Di Malaysia, virus ini pernah menghebohkan karena membunuh 90 orang hanya dalam waktu 60 hari.

j) Daging babi adalah tempat persinggahan bagi beberapa jenis cacing yang berbahaya. Diantara cacing yang terdapat pada babi antara lain: Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spinalis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru-paru (Paragonimus), Larva dan sista cacing pita babi dapat bermigrasi ke tubuh manusia melalui usus & peredaran darah. Apabila manusia memakan daging babi yang tidak dimasak dengan baik, maka larva-larva cacing akan masuk, menempel pada dinding, dan berkembang biak di usus manusia. Cacing-cacing tersebut akan menyedot sari-sari makanan. Akibatnya dapat terjadi anemia (kurang darah), gangguan pencernaan, diare, histeria, mudah kaget, dan lain-lain.

k) Terdapat bermacam-macam bakteri dan virus yang terdapat pada babi, antara lain: Bakteri Tuberculosis (TBC), Virus cacar (Small pox), penyebab kudis (Scabies), Kolera (Salmonella choleraesuis).

l)   Menurut Dr. Muhammad Abdul Khair (Ijtihâdât fi at Tafsîr al Qur’an al Karîm, daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing Trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengonsumsi daging babi tersebut.

m) Penyakit lain yang ditularkan adalah Kolera Babi, yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus; keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi dan dapat menyebabkan gangguan persendian; kulit kemerahan, yang ganas dan menahun; penyakit pengelupasan kulit (Benalu Askaris) yang berbahaya bagi manusia.

n) Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman penulis buku Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman menyatakan dalam bukunya bahwa memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik.

o) Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad Sayyid, penulis buku Rahasia Kesehatan Nabi, mengungkapkan dalam bukunya bahwa daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kolesterol. Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit yaitu pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris), dan radang pada sendi-sendi.

 

Tabel 1. Persentase kandungan lemak beberapa jenis daging

Jenis daging

Persentase kandungan lemak

Gemuk

Sedang

Kurus

Daging babi

91

60

29

Daging sapi

35

20

6

Daging domba

56

29

14

Nah, masih adakah alasan yang menjadikan Babi masih saja di gemari?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: