Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

WASPADAI, PEKERJAAN ANDA!

on December 16, 2008

jam2

Waspada itu penting! Waspada bukan was-was. Akan tetapi, waspada adalah hati-hati. Berhati-hati itu mesti. Apabila kita ingin selamat maupun menghindari ancaman bahaya. Waspada atau hati-hati tetap diperlukan walaupun kita melakukan pekerjaan kecil, atau bahaya yang mengancam terlihat sepele. Pernah mendengar kisah, orang-orang perkasa yang tewas di gigit nyamuk demam berdarah? Ataukah pernah mencermati banyak bangunan kokoh roboh digerogoti rayap?

Demikian pula dalam menjaga keistiqomahan kita dalam ber-Islam dan menjaga vitalitasnya, hati-hati adalah salah satu kuncinya. Terlebih jika kita memiliki pekerjaan tetap. Berhati-hati seharusnya lebih ditingkatkan, karena pekerjaan tetap artinya hampir sebagian besar usia kita terpakai untuk berinteraksi dengan pekerjaan itu. Beberapa pekerjaan tertentu membutuhkan perhatian dan kehati-hatian lebih. Hal ini disebabkan adanya peluang untuk merusak keistiqomahan menjadi lebih besar. Ada lima jenis pekerjaan yang harus diwaspadai, sebagai berikut:

1. Pekerjaan yang berhubungan dengan uang

Saat ini banyak sekali jenis pekerjaan yang berhubungan dengan uang. Misalnya: sebagai bendahara sebuah organisasi, menjadi bagian keuangan di perusahaan, sebagai pedagang yang mengatur mana uang setoran dan mana untungnya, dan lain sebagainya.

Seorang muslim yang terlibat dengan uang, seharusnya selalu berhati-hati. Hal ini disebabkan, sering terjadi, uang yang diamanahkan kepadanya justru menjadi virus bagi dirinya. Bahkan, tidak sedikit yang menjadi awal bencana bagi dirinya. Apalagi jika jumlah uang itu besar. Korupsi dari kelas teri hingga kelas kakap sama saja hukumnya, haram. Bagi setiap muslim yang banyak berurusan dengan uang hendaknya harus lebih serius dalam menjaga integritas moral dan benteng imannya serta sering berdoa: “Ya Allah, jangan Engkau jadikan musibah kami adalah dalam urusan agama kami. Dan, jangan engkau jadikan dunia sebagai kemauan utama kami.

2. Pekerjaan yang melahirkan popularitas

Ada pekerjaan tertentu yang membuat orang menjadi terkenal, dikagumi, disenangi, dipuja dan disanjung. Pekerjaan tersebut dapat jenisnya halal maupun haram. Apabila haram, tentu saja sudah kita kubur dan buang jauh dari hati kita. Adapun sumber yang dapat melahirkan popularitas antara lain: menjadi tokoh masyarakat, tokoh politik, menjadi terkenal lantaran prestasi dan pengabdian, terkenal lantaran kekayaannya, terkenal lantaran kesuksesannya: seorang anak muda yang sukses membangun kekuatan ekonomi mandiri, seorang anak kecil yang kepintarannya jauh melampaui usianya, seorang intelektual yang gagasan briliannya sering dipublikasikan, dan lain-lainnya.

Popularitas kadang dekat dengan riya’. Sedangkan riya’ adalah adik kecil dari takabbur. Apabila riya’ dipelihara, ia akan tumbuh menjadi takabbur dan selanjutnya takabbur dapat mengantarkan kepada syirik. Bukankah iblis dilaknat disebabkan takabburnya?

Oleh sebab itu, barangsiapa yang berurusan dengan popularitas harus senantiasa berdoa agar popularitasnya tidak sampai merusak keistiqomahan dalam ber-Islam. Rasulullah mengajarkan do’a untuk menghindari riya’: ”Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang aku tahu, dan aku mohon ampun atas yang tidak aku tahu.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

3. Pekerjaan yang suasananya ikhtilat

Budaya masyarakat kita tidak semuanya islami. Termasuk dalam bekerja, banyak kaum muslimin yang suasana kerjanya bercampur-baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilat). Misalnya: seorang dokter yang melayani bermacam pasien, bagian pembinaan putra dalam sebuah organisasi Islam yang hampir setiap hari harus rapat dengan bagian pembinaan wanita, seorang pelatih olahraga, seorang direktur yang mempunyai sekretaris perempuan, seorang guru yang harus mengajar siswa dan siswi, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, yang lebih penting adalah setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan harus menjaga pandangannya, tidak bermain api, dan terus berusaha mengubah budaya jahiliyah yang ada dengan budaya Islami. Selain itu, harus banyak berdo’a: “Ya Allah, karuniakanlah pada jiwa kami kesuciannya. Dan sucikanlah jiwa kami itu, karena Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya.”

4. Pekerjaan yang berkaitan dengan jabatan

Jabatan termasuk wilayah rawan bagi keistiqomahan kita dalam ber-Islam. Disatu sisi, seorang yang punya jabatan memiliki otoritas tertentu untuk mengurus siapa yang dipimpinnya. Namun disisi lain, orang-orang yang dipimpinnya juga punya hak-hak untuk dipenuhi, yang terkadang tergantung otoritas pejabat dimaksud. Disinilah letak beratnya jabatan, karena tidak mudah menunaikan hak orang, apalagi jika jumlah orang tersebut banyak. Banyak pejabat yang rusak. Tidak sedikit pula orang yang keistiqomahannya dalam berIslam luntur dan semangat berdakwahnya merosot karena tergelincir jabatan.

Oleh karena itu, seberapapun tinggi atau rendahnya jabatan, tetap saja harus diwaspadai. Menjadi presiden, menteri, direktur, kepala bagian, pimpinan pesantren, ketua RT, ketua takmir masjid, ketua kelas atau apapun jabatan itu, semua berpeluang menjadi fitnah. Dalam Islam, kita dilarang meminta jabatan. Rasulullah telah menegaskan bahwa banyak jabatan yang nantinya diakhirat hanya akan menjadi penyesalan dan kerugian. Namun, bila jabatan itu mesti diambil, seorang muslim harus banyak memohon keteguhan kepada Allah, “Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqoroh:250).

5. Pekerjaan yang terlalu banyak subhatnya

Bagi seorang muslim terkadang ada yang terpaksa bekerja ditempat yang penuh dengan syubhat. Yakni bekerja ditempat yang tidak seratus persen halal tapi juga tidak seratus persen haram. Adapun pekerjaan yang seratus persen haram , tak ada jalan lain, harus ditinggalkan, apapun resikonya.

Bagi mereka yang bekerja ditempat-tempat syubhat, harus lebih hati-hati dan serius menjaga keistiqomahan ber-Islamnya. Sebab, godaan ditempat itu bisa jadi lebih berat dari pada godaan ditempat lain. Dengan terus berusaha mencari pekerjaan yang lebih bersih, ia tidak boleh lupa berdo’a kepada Allah, agar mendapat rizki yang halal lagi baik. ”Ya Allah cukupkan kami dengan yang Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan. Dan dengan ketaatan padaMu dari bermaksiat padaMu.

Wallahu’alam bishowab.

(Sumber: Tarbawi Edisi 6/Th I/Februari 2000/23 Dzulqa’dah 1420, judul asli: Berhati-hatilah)


One response to “WASPADAI, PEKERJAAN ANDA!

  1. Fadholi says:

    artikel ini baik untuk dibaca kaum muslimin Indonesia agar paham dalam menyembelih apalagi sebentar lagi hari raya kurban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: