Nuramaya

Memulai dengan yang halal dan sehat

Amalan Dunia vs Amalan Akhirat?

on February 13, 2009

Selepas kunjungan ke rumah ustadz Cahyadi Takariawan, di Potorono Bantul, banyak hal yang menginspirasi kami yang hadir waktu itu. Ustadz yang concern dalam dunia kepenulisan, dakwah dan pernak-pernik rumah tangga ini memang tak pernah habis untuk mengisahkan banyak hal. Menginspirasi. Bahkan saya pun terinspirasi dengan beberapa sudut rumahnya, yang hampir setahun saya tidak berkunjung ke sana. Selain rumah induk yang terletak paling selatan., ada ruang pertemuan disebelah utara yang berkapasitas 50 orang, sore itu sedang berlangsung kajian akhwat dan ummahat yang diisi oleh bu Ida Nurlaila istri beliau. Ruang di sebelah selatannya, tempat kami dipersilahkan duduk-duduk sambil mendengarkan tausyiah beliau, adalah ruang terbuka dengan kursi kayu berukir, lengkap dengan bantal kursi yang senada. Cukup untuk menjamu sekitar 15 orang. Ruang dibelakangnya semacam kantor atau mungkin ruangan multifungsi, ada barisan buku di raknya, seperangkat komputer dan televisi, disinilah kami melakukan salat asar. Lebih tepatnya, mungkin ruang kerja tetapi bisa lebih santai karena lewat jendela kita bisa melihat pemandangan dihalaman belakang yang tampak menyejukkan. Ternyata benarlah, waktu kami mengambil air wudhu, halaman belakang rumah beliau sangat asri. Ada barisan rumput, kolam kecil, sarana bermain istana pasir, dan aneka permainan anak-anak lainnya. Selain itu, tumbuh pula beberapa pohon talas dan pepaya. Angin sepoi-sepoi sangat mendukung kenyamanan rumah ini. Hmmm….

Tentu saja saya tak ingin membahasnya berkepanjangan. Ada hal lain yang lebih penting beliau sampaikan waktu itu yang seharusnya kita renungkan. Setiap kita pastilah menyadari, memahami dan senantiasa melakukan segala sesuatu atas Ridha Allah. Tanpa terkecuali, terlebih kita telah mengazamkan diri kita sebagai bagian dari dakwah. Oleh sebab itu, pastilah kita kuliah, kita bekerja, kita berpolitik, kita menikah, kita bermasyarakat juga dilakukan kesemuanya untuk mencapai Ridha Allah. Walaupun secara amalan, tidak ada kaitannya dengan ibadah mahdhah, ilmu syariat, dan lain sebagainya. Misalnya, salah satu diantara kita kuliah di farmasi atau teknologi pertanian, ataupun teknik mesin, yang kita pelajari murni ilmu alat, yang tak ada sangkut pautnya dengan syariat, namun apakah itu semua bertentangan dengan upaya kita mencapai ridha Allah? Tentu saja tidak, jika kesemuanya yang kita lakukan memang tidak melanggar syariat dan melandasinya dengan niat untuk tujuan yang sama, ridha Allah. Beliau menyampaikan, kenapa kita harus sengaja membenturkan ini amalan dunia dan ini amalan akhirat, sehingga kita justru akan memisah-misahkan pilihan-pilihan yang kita lakukan. Hidup kita ya tentu saja semuanya berorientasi pada Allah. Akan tetapi ada peran-peran yang harus kita lakukan, pada kesempatan dan waktu yang mungkin berbeda. Kalau saatnya bekerja ya…kita harus bekerja seperti akan hidup seribu tahun lagi, sungguh-sungguh, tetapi jelas kita punya ’rem’ syariatnya yang dibawa kemanapun kita bekerja. Sekolah pun demikian, tak masalah kita mengejar ilmu hingga ke negri scandinavia, jepang atau lainnya. Atau saat berpolitik, dalam masa kampanye ini, jika kita memang yakin dengan pilihan politik yang kita ambil, maka sudah menjadi keharusan untuk mengoptimalkan pencapaian suara pilihan politik tersebut. Tetapi sekali lagi, keyakinan kita terhadap syariat tidak ditinggalkan. Semuanya jelas, apa yang kita lakukan adalah amalan untuk mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Wallahu’alam bishowab.


4 responses to “Amalan Dunia vs Amalan Akhirat?

  1. uchi says:

    Diajeng, deskripsimu oke🙂 Pasti bakal ingat terus sore yang hangat itu. Hm..jadi kangen nulis lagi nih.. Tunggu blog-ku selesai ya. Masih nyusun portfolio ni ;p
    Semangat terus buat berkarya
    Jangan bosen kugodain, hehehe…

  2. desy says:

    Alhamdulillah, ada reportasenya. syukron katsiir

  3. cahyadi says:

    the islam never slep…. hidup islam

  4. Zanaiwan Barid Amin says:

    Assalamu’alaikum… wah… makin keren aja dek Nura nih… masih ingat kak iwan g ya?… masih di YK ni?… cari2 alamatnya ssah jg ya, eh ternyata bisa mampir ke bloknya, he2… Ga kebayang ternyata sekarang sudah jd Dokter… Ahsanti Nura… Sekian n salam ukhuwah, semoga msh ingat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: